Memperingati Hari Sumpah Pemuda DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Menggelar Sarasehan

Sidoarjo-Fajar Nusantara News, Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda DPC PDI Perjuangan Sidoarjo mengajak pemuda-pemudi melenial untuk bermedia yang benar jangan asal Upload yang mengakibatkan Hoax dan itu semua bisa merugikan diri sendiri dan Orang lain.

Dengan Tema *” Melenial Bermedia Sosial SATU BAHASA, BAHASA TANPA HOAX*

Dalam Acara Sarasehan tersebut mengundang Nara Sumber dari Penegak Hukum Wapres Intelkam Unit Iptu Warjiin dari Polresta Sidoarjo dan Sekjen AJI ( Asosiasi Jurnalis Indonesia ) Sidoarjo Mustain, dan diikuti puluhan pemuda-pemudi dari komunitas berbagai daerah yang ada di sidoarjo. (26/10)

Acara Sarasehan yang digelar di Gedung Sekertariatan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Jln Jati Selatan No 11 Sidoarjo, tampak hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo H.Sumi Harsono dan para staff, serta Pengurus PAC PDI Perjuangan se Sidoarjo, Ranting dan Anak Ranting.

Pada sambutan singkatnya Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Sumi Harsono menyampaikan,” Dengan diadakan Sarasehan ini DPC sangat prihatin dengan adanya berita-berita Hoax dan yang menyebarkan tipuan serta ujaran kebencian di Media Sosial atau Media lainnya, dan kami berharap dengan terekposnya Jurnslisme dan Hukum ITE, Generasi muda di Sidoarjo menjadi Cerdas, Pandai dalam mengunakan Media Sosial,” Ujar Bung Sumi

Dalam acara tersebut pakar Hukum Intelkam Unit Polresta Sidoarjo Iptu Warjiin mengatakan,” para pengguna media sosial, terutama kaum pemuda lebih hati-hati dalam menyerap ataupun menyebarkan informasi di media sosial, yang intinya adalah berhati-hati dan berhati-hati ketika menerima informasi atau menyebarkan informasi yang diterima harus diputuskan. Jika menyebar dan menyinggung orang lain itu akan berpotensi legal, kuncinya harap hati-hati,” tambahnya.

Sementara itu Sekjen AJI Sidoarjo Mustain juga menyampaikan,” seseorang yang menyebarkan Informasi melalui Media Sosial tidak sama dengan Jurnalis yang menyiarkan berita melalui media publik, karena Jurnalis mempunyai kode etik dalam penulisan dan penyebaran suatu informasi, dan Jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Pers atau Hukum, tetapi pengguna Media Sosial tidak,” pungkasnya ( stya ).