Karapan Sapi Tradisi Turun Temurun Masyarakat Madura Jawa Timur

Bangkalan-Fajar Nusantara News, Indonesia negeri kaya budaya dan tradisi. Satu tradisi yang terus dirawat adalah karapan sapi atau suka disebut juga kerapan sapi: lomba memacu sapi yang berasal dari Madura, Jawa Timur.

Untuk merawatnya Sapi dihias cantik dengan aksesori gemerlapan. Aksesorinya lumayan mahal, yang dibutuhkan adalah mahkota perak atau sepuhan emas. Ada pula yang melengkapinya dengan rompi manik-manik dan rangkaian bunga melati.

Bagi kebanyakan masyarakat Madura, kerapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara tiap tahun yang diwarisi turun temurun. Tetapi kerapan sapi bagi masyarakat Madura adalah simbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura. Karena sapi yang digunakan dalam pertandingan adalah sapi istimewa.

Sapi yang di beri nama IRFAN JAYA Oleh pemiliknya H.Nawere dan dia juga seorang pimpinan. Orkes ROLIESTA, H.Nawere tiap hari selalu mempersiapkan sapi dengan memberikan pijatan khusus dan jamu tidak kurang dari 20 butir telur setiap hari agar stamina sapinya terjaga.

Dalam karapan sapi, para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan joki. Sebelumnya pertandingan dimulai para pemilik melakukan ritual arak-arakan sapi di sekeliling pacuan disertai alat musik seronean, perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara makin meriah.

Dalam karapan sapi, sepasang sapi dikendarai oleh seorang joki yang disebut tukang tongko’ Joki tersebut berdiri di atas kaleles yang ditarik oleh sapi. Jokinya berdiri mengendalikan sapi dalam kecepatan tinggi di lintasan. Panjang rute lintasan biasanya antara 100-200 meter yang dapat ditempuh dalam waktu 14-18 detik.

Ini bukan pertandingan biasa yang hanya melibatkan joki dan sapi, tapi ada tim di belakangnya. Tim ini mengatur taktik dan strategi peserta yang terjun di lapangan. mereka adalah tukang tongko’ joki yang mendalikan sapi pacuan, tukang tambeng yang menahan kekang sapi sebelum dilepas, tukang gettak yang menggertak sapi agar pada saat sapi diberi aba-aba sapi bisa berlari kencang lurus ke depan; tukang tonja yang bertugas menarik dan menuntun sapi,
Anggota rombongan Nawere ROLESTA yang bersorak memberi semangat.

Minggu 12 Januari 2020  Tadi pagi, pasangan sapi  IRFAN JAYA di latih pemanasan di lapangan desa sendeng. BANGKALAN untuk persiapan
Ntk di tanggal. 26 Januari 2020
Pungkasnya H. Nawere. (RFK)