Paguyuban Arek Suroboyo Kirim Surat Ke 2 Terkait Usut Tuntas Lelang Alat Uji Tarik Baja TA 2019 – DPRKP Dan Cipta Karya Jatim

Surabaya – Fajar Nusantara News, Ada apa sebenarnya dengan lelang alat uji tarik baja yang dilakukan oleh DPRKP dan Cipta Karya Jawa Timur, hingga sampai di tutupi oleh pihak Dinas Propinsi Jawa Timur.

Sesuai dengan UU KIP no. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, yang mana sebagai landasan Hukum bagi warga untuk, memperoleh informasi dan kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem Dokumentasi dan Pelayanan Informasi.

“Surat pertama sudah kami layangkan dengan nomor 0211/02-2B/0021, Namun hingga saat ini kami belum menerima jawaban dari Pemerintah Propinsi, hingga kami layangkan surat kedua.

Sebagai landasan kami melayangkan surat yang ke 2 adalah UU KIP no 14 tahun 2008 ( salinan ) Bab VI pasal 22 ayat 7, dengan bunyi paling lambat 10 hari kerja sejak diterimanya permintaan, badan publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan informasi yang diminta berada di bawah penguasaannya atau tidak,” Kata Kusnan ketua Paguyuban Arek Suroboyo.

“Dari itu semua kami meminta untuk segera, memberikan informasi terkait, proses lelang
Alat uji tarik baja ( Universal Testing Machine oleh Laboratorium Dinas Pemukiman Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Propinsi Jawa Timur yang di lelang TA 2019 yang tidak hanya sarat akan kecurangan, namun barang hasil lelang tersebut yang dapat membahayakan pengguna ( Pembangun Sekolah, Kantor, Gedung, Rusun, atau Infrastruktur lainnya yang di bangun/maupun diuji tarik baja oleh UPT yang ada Dinas Cipta Karya Propinsi Jawa Timur dengan Dana APBD ) yang bisa mengakibatkan Korban Jiwa.

Permasalahan ini bukan hanya menyangkut tentang dana APBD, namun menyangkut tentang keselamatan warga Jawa Timur, bilamana terjadi sesuatu hal dari hasil yang salah Alat Uji Tarik Baja, dan digunakan untuk membangun.,” Sambung Kusnan

“Bebaskan Jawa Timur dari Rong rongan oknum ASN yang tidak bertanggung jawab, yang meremehkan nyawa Manusia. Evaluasi kinerja jajaran instusi Cipta Karya Jawa Timur.
Nyawa Manusia lebih berharga dari pada Harta apalagi anak buah yang kinerjanya Melenceng,” Ungkap Kusnan. ( Suyanto )

193 total views, 193 views today