Ribka Tjiptaning Tersenyum Dan Menangis Bersama Rakyat

Surabaya-Fajar Nusantara News, Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen akan membuat masyarakat menjerit. Bahkan, Anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning menyebut kebijakan yang telah disetujui Presiden Jokowi ini layaknya bentuk pemerasan kepada rakyat.

Apa sih historinya BPJS itu bisa lahir,,
BPJS dibentuk kan ingin memotong birokrasi agar tidak berbelit – belit
Dan ketika dulu ada Jamkesmas, Jamkesda, SKTM dan lain lain tidak ada hal lain supaya mimpi kita ada jaminan sosial tingkat nasional.

“Elu karena enggak masuk PBI karena yang sehat membantu yang sakit tapi dipaksakan satu keluarga (membayar), Itu namanya pemerasan, bukan gotong royong, apalagi naik 100 persen,” ucap Ribka di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Senayan, Rabu (6/11).

Ribka Tjiptaning juga berharap rakyat dapat merasakan keadilan dalam kesehatan bagi seluruh rakyat indonesia, Menurut Ribka unsur kapitalisme kesehatan juga mulai merambah kedunia kesehatan, karena kesehatan yang seharusnya berjalan dibidang sosial dan sekarang menjadi komersial, itulah kapitalisme bidang kesehatan Terus siapa yang tanggung jawab? Kan dia warga negara Indonesia dan secara UUD 45 setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan hidup sehat yang sama itu perintah konstitusi loh,”sambungnya.

Selain itu, alasan kenaikan iuran demi menutupi defisit negara yang mencapai triliunan rupiah juga dinilai bukan alasan tepat. “Udeh jangan ngomongin defisit, ini sudah salah pengelolaan,” tambah Wasekjen PDIP ini.

Bukan tanpa alasan ia menyalahkan buruknya pengelolaan. Menurutnya, di zaman Menkes Siti Fadhilah Supari terdapat Jamkesmas dengan premi lima ribu rupiah, namun berjalan lancar tanpa adanya keluhan dari masyarakat.
Enggak ada yang ribut. Dokter enggak ribut, rumah sakit enggak ribut (dibayar) lima ribu. Masa sekarang Rp 23 ribu yang PBI masih ribut, artinya di mana nih ributnya?” tandasnya, (Feris)