Dukung UMKM Desa Dawuhansengon, KKNP 30 Umsida Aktivasi Branding Produk Dan Legalitas Usaha

Pasuruan – Fajar Nusantara News, Kelompok 30 Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKNP 30) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkontribusi dalam pengembangan UMKM Desa Dawuhansengon, Kecamatan Purwodadi, dengan mendukung branding produk dan pendampingan legalitas usaha.

Melalui program yang dilangsukngan bulan Februari 2025 ini, mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam pembuatan logo yang menarik serta pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dengan legalitas yang sah, para pelaku usaha kini memiliki akses lebih luas terhadap fasilitas dan bantuan pemerintah guna mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Deni Toyo, seorang pelaku UMKM yang memproduksi biji kopi, merasakan manfaat langsung dari program ini. “Dengan bantuan desain logo dan kemasan baru, produk kopi saya kini lebih menarik dan mudah dikenali. Nilai jualnya meningkat, dan saya berharap bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Hal ini juga diamini oleh konsumen setia Kopi Petren, yang menyebut kopi ini memiliki rasa khas dan tidak terlalu pahit, menjadikannya favorit dibanding kopi lainnya. Selain kopi, usaha olahan tempe milik Nuriyanto juga merasakan dampak positif dari pendampingan KKNP 30. Dengan NIB yang kini dimiliki, usahanya lebih terorganisir dan memiliki izin resmi untuk beroperasi. “Legalitas ini membuat saya lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar lebih luas,” tuturnya.

Dukungan ini juga disambut baik oleh konsumen seperti Rina, seorang ibu rumah tangga yang rutin membeli tempe tersebut. “Tempe di sini selalu segar, gurih, dan mudah diolah menjadi berbagai masakan,” ungkapnya.
Mahasiswa KKNP 30 divisi UMKM, Cynthia, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kami ingin membantu UMKM agar lebih berkembang, baik dari sisi branding maupun legalitas. Dengan logo yang profesional dan NIB yang sah, produk mereka bisa lebih dikenal dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM Desa Dawuhansengon dapat semakin berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi lokal. (SS)